Description
Apa itu Servo 360° (Continuous Rotation)?
-
Berbeda dengan servo standar (0–180°), servo continuous rotation (CR) bisa berputar penuh 360° terus-menerus seperti motor DC, tapi tetap dikontrol dengan sinyal PWM.
-
Posisi sudut tidak bisa ditentukan (tidak ada feedback potensiometer seperti servo biasa).
-
PWM hanya digunakan untuk mengatur arah & kecepatan putaran.
⚙️ Spesifikasi Teknis (umum untuk tipe 5.5 kg·cm)
-
Torsi stall: ±5.5 kg·cm @ 6V
-
Tegangan kerja: 4.8 – 6V DC
-
Sudut gerak: 360° (continuous, bukan posisi)
-
Kontrol: PWM (1–2 ms duty cycle, 50 Hz)
-
~1.5 ms → Stop / Netral
-
<1.5 ms → Putar searah jarum jam (CW), semakin jauh → semakin cepat
-
1.5 ms → Putar berlawanan jarum jam (CCW), semakin jauh → semakin cepat
-
-
Kecepatan: ±60 rpm @ 6V (tergantung tipe)
-
Berat: ±40–50 g
-
Sumbu output: kompatibel dengan horn (X, disc, double arm, dll)
📍 Perbedaan dengan Servo Biasa
| Servo Biasa (0–180°) | Servo 360° (CR Servo) |
|---|---|
| Kontrol posisi sudut tertentu | Kontrol arah + kecepatan |
| Ada feedback posisi (potensiometer) | Tidak ada feedback posisi |
| Cocok untuk lengan robot, pan-tilt | Cocok untuk roda robot, mekanisme rotasi penuh |
🎯 Aplikasi
-
Roda robot differential drive (2WD/4WD)
-
Platform kamera berputar
-
Mini conveyor
-
Robot sumo / line follower berbasis servo
-
Sistem mekanis yang butuh arah + kecepatan, bukan posisi
💻 Contoh Program Arduino
Mengontrol servo 360° dengan library Servo.h:
⚠️ Catatan
-
Gunakan power supply terpisah (5V 2–3A) kalau pakai >1 servo, jangan ambil dari 5V Arduino langsung.
-
Kalau butuh posisi presisi, jangan pakai servo 360° → gunakan servo standar atau motor + encoder.
-
Hati-hati saat stall (tertahan) karena arus bisa tinggi dan cepat panas.
🔍 Singkatnya:
Servo 360° 5.5 kg·cm adalah servo dengan putaran penuh terus-menerus, dikontrol arah & kecepatan dengan PWM. Cocok untuk roda robot, mekanisme rotasi, dan DIY robotic mobile platform.











There are no reviews yet.