Skip to content

Garis Finish Digital untuk Lomba Lari Sekolah: Akurat & Anti-Debat

Menentukan Pemenang Secara Adil dan Objektif

Dalam perlombaan lari sekolah atau perayaan 17 Agustusan, penentuan siapa pelari yang pertama kali menyentuh garis finish sering kali memicu perdebatan. Pandangan mata manusia bisa bias, terutama jika dua pelari tiba dalam waktu yang hampir bersamaan.

Di tahun 2026, kita bisa membawa teknologi ala olimpiade ke sekolah dengan modal yang sangat terjangkau. Menggunakan mikrokontroler Arduino dan sensor cahaya, kita bisa membuat Garis Finish Digital yang akan mencatat waktu dan mengunci posisi juara pertama secara instan.

Komponen yang Diperlukan

  • Arduino Uno atau Nano.
  • Laser Diode Mini (5V) (Sebagai pemancar garis).
  • Sensor LDR (Light Dependent Resistor) atau Modul Sensor Laser Receiver (Sebagai penerima).
  • Layar LCD 16×2 dengan I2C (Untuk menampilkan teks pemenang/waktu).
  • Buzzer Pasif (Untuk indikator suara saat sensor terpotong).
  • Push Button (Untuk tombol reset ke balapan berikutnya).
  • Pipa PVC Kecil (Untuk tiang dudukan laser dan sensor di kanan-kiri lintasan).

Cara Kerja Sistem

Prinsipnya menggunakan sistem Laser Tripwire. Laser dipasang di satu sisi lintasan dan ditembakkan lurus ke sensor LDR di sisi seberangnya. Selama balapan, sensor terus menerima cahaya laser.

Ketika pelari pertama melewati garis finish, tubuh mereka akan memotong jalannya laser. Perubahan intensitas cahaya yang mendadak ini akan dibaca oleh Arduino, yang kemudian langsung mengunci waktu, membunyikan buzzer, dan menampilkan tulisan “JUARA 1!” di layar LCD. Sistem akan mengabaikan pelari kedua dan ketiga sampai tombol reset ditekan.

Skema Perkabelan Dasar

  1. Laser: Hubungkan ke VCC 5V dan GND Arduino (atau baterai terpisah).
  2. Sensor LDR: Gunakan skema pembagi tegangan dengan resistor $10\text{ k}\Omega$. Hubungkan pin tengah ke Pin Analog A0 Arduino.
  3. Buzzer: Hubungkan ke Pin Digital D8.
  4. Tombol Reset: Hubungkan ke Pin Digital D2 (INPUT_PULLUP).
  5. LCD I2C: SDA ke A4, SCL ke A5.

Kode Program (Arduino IDE)

#include <Wire.h>
#include <LiquidCrystal_I2C.h>

LiquidCrystal_I2C lcd(0x27, 16, 2);
const int ldrPin = A0;
const int resetPin = 2;
const int buzzerPin = 8;
int laserThreshold = 400; // Sesuaikan dengan kondisi cahaya luar
bool raceFinished = false;

void setup() {
  pinMode(resetPin, INPUT_PULLUP);
  pinMode(buzzerPin, OUTPUT);
  lcd.init();
  lcd.backlight();
  resetRace();
}

void loop() {
  int ldrValue = analogRead(ldrPin);

  // Jika cahaya laser terhalang (nilai LDR turun drastis)
  if (ldrValue < laserThreshold && !raceFinished) {
    raceFinished = true;
    digitalWrite(buzzerPin, HIGH);
    lcd.clear();
    lcd.setCursor(0, 0);
    lcd.print("ADA PEMENANG!");
    lcd.setCursor(0, 1);
    lcd.print("Juara 1 Terkunci");
    delay(500);
    digitalWrite(buzzerPin, LOW);
  }

  // Cek tombol reset
  if (digitalRead(resetPin) == LOW) {
    resetRace();
    delay(300);
  }
}

void resetRace() {
  raceFinished = false;
  lcd.clear();
  lcd.setCursor(0, 0);
  lcd.print("STATUS: READY");
  lcd.setCursor(0, 1);
  lcd.print("Menunggu Pelari...");
}

Tips Pemasangan Lapangan

  • Sejajarkan Laser: Pastikan posisi laser dan LDR benar-benar lurus. Anda bisa memasang tabung kecil di depan LDR agar sensor tidak terganggu oleh cahaya matahari dari samping.
  • Ketinggian Sensor: Pasang tiang sensor dengan ketinggian sekitar pinggang anak-anak (sekitar 60-80 cm) agar bagian tubuh utama pelari pasti memotong laser, bukan tangan yang berayun.
  • Daya Baterai: Gunakan power bank untuk menghidupkan Arduino di lapangan terbuka yang jauh dari colokan listrik.

Kesimpulan

Proyek garis finish digital ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi sederhana dapat menyelesaikan masalah sehari-hari secara efektif. Selain adil untuk perlombaan, membuat alat ini bersama para siswa bisa menjadi materi praktik STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) yang sangat interaktif di sekolah.