Skip to content

Cara Membuat Robot Penyiram Tanaman Otomatis Menggunakan Arduino Nano

Jangan Biarkan Tanaman Layu Lagi

Bagi pecinta tanaman dengan jadwal yang padat, menyiram tanaman secara rutin seringkali menjadi tantangan. Dengan memanfaatkan Arduino Nano, kita bisa membuat sistem penyiram otomatis yang bekerja berdasarkan kebutuhan tanaman. Robot ini akan mendeteksi tingkat kekeringan tanah dan menyiram air hanya saat diperlukan.

Mengapa Menggunakan Arduino Nano?

Arduino Nano dipilih karena bentuknya yang sangat mungil sehingga tidak memakan tempat di area pot, namun memiliki kapabilitas yang sama kuatnya dengan seri Uno untuk menangani sensor dan pompa air.

Komponen yang Diperlukan

  • Arduino Nano (Beserta kabel USB untuk upload).
  • Sensor Kelembapan Tanah (Soil Moisture Sensor) (Versi kapasitif lebih disarankan agar tahan korosi).
  • Mini Water Pump (3V – 6V).
  • Modul Relay 1 Channel (Untuk mengontrol pompa).
  • Selang Air Kecil.
  • Baterai Li-ion atau Adaptor 5V.
  • Kabel Jumper.

Skema Sambungan Kabel

  1. Sensor Kelembapan: VCC ke 5V, GND ke GND, dan Pin AO ke A0 Arduino.
  2. Relay: VCC ke 5V, GND ke GND, dan Pin Signal ke D2 Arduino.
  3. Pompa: Hubungkan kabel positif pompa melalui jalur Common dan Normally Open (NO) pada relay, lalu sambungkan ke sumber daya baterai.

Kode Program (Sketch)

Silakan unggah kode berikut ke Arduino Nano Anda:

const int sensorPin = A0;
const int relayPin = 2;
int threshold = 600; // Sesuaikan nilai ini sesuai tingkat kekeringan tanah Anda

void setup() {
  pinMode(relayPin, OUTPUT);
  digitalWrite(relayPin, HIGH); // Relay mati (untuk relay active-low)
  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  int sensorValue = analogRead(sensorPin);
  Serial.println(sensorValue);

  if (sensorValue > threshold) {
    // Tanah kering, nyalakan pompa
    digitalWrite(relayPin, LOW);
    delay(5000); // Siram selama 5 detik
    digitalWrite(relayPin, HIGH);
  }

  delay(60000); // Tunggu 1 menit sebelum pengecekan ulang
}

Langkah Pengerjaan

  1. Kalibrasi Sensor: Masukkan sensor ke tanah kering dan catat angkanya di Serial Monitor, lalu lakukan hal yang sama pada tanah basah untuk menentukan nilai threshold yang pas.
  2. Pemasangan Selang: Hubungkan selang ke pompa mini dan masukkan pompa ke dalam wadah air. Arahkan ujung selang lainnya ke pangkal tanaman.
  3. Pengemasan: Gunakan kotak plastik bekas yang tahan air untuk menyimpan Arduino Nano dan relay agar terlindung dari cipratan air saat menyiram.

Kesimpulan

Sistem ini tidak hanya menghemat waktu Anda, tetapi juga membantu tanaman tumbuh lebih sehat dengan pemberian air yang konsisten. Proyek ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan layar LCD untuk memantau status atau modul WiFi untuk monitoring lewat ponsel.